Cari

volksraaditjabenitos

Merdeka!

Tangan Mengepal Pada Prinsip dan Nilai Ideal

Kampanye politik pemilihan langsung dewasa ini berisi segudang manipulasi, kontradiksi, ketidakkonsistenan, serta hiperrealitas. Banyak sekali tugas para pemuda-pemudi Indonesia jika mereka memang pewaris api kemerdekaan Indonesia. Continue reading “Tangan Mengepal Pada Prinsip dan Nilai Ideal”

Iklan

Promosi Pariwisata Nasional Tidak Berorientasi Hasil dan Fantasi

Bukan hanya sekali ini saja keikutsertaan perwakilan Indonesia dalam kontestasi kecantikan internasional (atau semacam Miss Universe) menuai protes dari kelompok masyarakat. Beberapa kali, dalam ingatan kita, salah satu ormas bercorak agama yang high rate di dunia maya, rajin melayangkan protes terhadap prosesi tersebut. Namun, kali ini ada yang berbeda. Protes tersebut justru berasal dari tokoh pemuka adat setempat, yang merasa pakaian adat yang digunakan oleh sang kontestan, sebagai busana dalam kompetisinya mendatang, di ajang Miss Grand International 2016 disalahgunakan; dan ini sepertinya lebih menarik untuk kita bahas.

Continue reading “Promosi Pariwisata Nasional Tidak Berorientasi Hasil dan Fantasi”

(R)Evolusi Gerakan Mahasiswa yang Anti Kompromis*

Pernahkah kita dengar bahwa Michael Foucault setidaknya sudah menegaskan, “sebelum abad ke-19 manusia tidak ada. Manusia adalah penemuan baru tetapi cepat sekali tua. Sepertinya ia sudah menunggu selama ribuan tahun di dalam kegelapan sampai datang penerangan yang membuat pada akhirnya ia dikenali”

Continue reading “(R)Evolusi Gerakan Mahasiswa yang Anti Kompromis*”

Tata Tertib Kehidupan Kampus (FISIP UB) Dalam Teks*

Setiap tahun ajaran baru dapat dipastikan bahwa mahasiswa (lama) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya (FISIP UB) akan mendapat kejutan awal tahun akademik, apalagi kalau bukan penampakan wajah-wajah baru nan unyu. Oleh satu perihal tersebut sebenarnya dapat ditarik berbagai penafsiran, tergantung segmentasi mahasiswa FISIP UB yang rupa-rupa warnanya. Namun kali ini ada kejutan baru lainnya yang bisa didapat di sudut-sudut kampus FISIP UB, yakni publikasi tata tertib kehidupan kampus.

Continue reading “Tata Tertib Kehidupan Kampus (FISIP UB) Dalam Teks*”

Jonan To The Mars

Tepat beberapa jam selang pengumuman perombakan kedua kabinet keraj, yang paling disorot publik pertama kali ialah kontestan si cantik dan si buruk rupa; itu sudah pasti. Sebab, kehadiran dua kontestan ini merupakan tanda tanya besar bagi pemerintahan dua jari yang bakal kesamber gledek sebentar lagi[1].

Continue reading “Jonan To The Mars”

Nilai Tukar Dan Ekonomi Laissez Faire

https://www.facebook.com//posts/1109729282424160?comment_id=1110012002395888

Berikut ini adalah komentar yang saya sematkan mengenai nilai tukar rupiah dalam sejarah dan kontestasi global: Continue reading “Nilai Tukar Dan Ekonomi Laissez Faire”

Di Balik Video Huffington Post: Ada Arena Bagi Hantu-hantu Rasis

Huffington memang tidak memuat argumen apapun mengenai hubungan kejadian ini—A morning commute on a British tram is the setting of racial abuse—dengan referendum Inggris.
.

..

Continue reading “Di Balik Video Huffington Post: Ada Arena Bagi Hantu-hantu Rasis”

Jajak Pendapat: Media Berita Mainstream Nasional

Sejak keberpihakan implisit sebagian besar media berita mainstream nasional pada pemilu presiden 2014 lalu, saya merupakan salah satu dari sekian banyak orang yang mulai lesu membaca harian. Sebenarnya bukan enggan peduli dengan kondisi sosial-masyarakat, tetapi karena keadaan itulah sebagian masyarakat yang sadar, tertuntut untuk menyortir “beritanya” sendiri. Keadaan yang demikian memang terkesan subjektif dan individual serta tidak dapat menyelesaikan persoalan sosial-masyarakat kita yang diombang-ambing oleh berita pesanan media mainstream nasional kita.

Continue reading “Jajak Pendapat: Media Berita Mainstream Nasional”

Liberalisme sama halnya dengan kemerdekaan yang adalah suatu “gerbang”, yang bagaimanapun kita—sebagai makhluk kosmos—harus dapat memverifikasi batas antara nilai baik dan buruknya. Gagasan-gagasan inilah yang harus ditelisik lebih dalam untuk memperkaya dasar yang telah kita sumpah bersama (Oyi ta?).

Monggo, iki alternatif’e daripada kepo sama isi otak’e “kiplay” (wkwkwkwk)

Berdikari Online: Katanya Djoko Santoso, Kapitalisme Sudah Sampai di Dapur Kita

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑